Pertanyaan ini hampir selalu muncul saat pemilik usaha mau mulai beriklan. Jawabannya tidak bergantung pada platform mana yang lebih canggih, tapi pada satu hal: bagaimana pembeli Anda memutuskan untuk membeli.
Dua cara orang membeli
Ada kebutuhan yang dicari. AC rusak, motor mogok, butuh top up diamond, atau perlu jasa pembuatan website. Orangnya sudah tahu apa yang dibutuhkan, lalu mengetiknya di Google.
Ada keinginan yang dipicu. Jarang ada yang bangun tidur lalu mencari "dimsum frozen" atau "sewa PS". Keinginannya muncul saat melihat foto makanan yang menggoda atau video teman main bareng.
Google Ads bekerja di cara pertama. Facebook dan Instagram Ads bekerja di cara kedua.
Google Ads: muncul saat orang mencari
Iklan Google tampil di hasil pencarian ketika seseorang mengetik kata kunci yang Anda pilih. Karena orangnya sedang mencari, niat membelinya biasanya tinggi. Kekurangannya, kalau hampir tidak ada yang mencari kebutuhan itu, iklan juga hampir tidak tampil.
Cocok untuk: jasa darurat dan perbaikan, toko top up dan produk digital, jasa profesional, dan produk yang orang sudah tahu namanya.
Facebook dan Instagram Ads: memicu keinginan
Iklan Meta tampil di beranda dan story orang yang sesuai target lokasi, usia, atau minat. Orangnya tidak sedang mencari, jadi gambar dan video harus cukup menarik untuk membuat mereka berhenti menggulir.
Cocok untuk: makanan dan minuman, fashion, salon dan barbershop, rental, promo musiman, dan usaha antar dengan radius tertentu.
Perbandingan singkat
| Google Ads | Facebook dan Instagram Ads | |
|---|---|---|
| Kapan tampil | Saat orang mengetik kata kunci | Saat orang menggulir beranda atau story |
| Kekuatan | Menangkap orang yang siap membeli | Menjangkau orang yang belum mencari |
| Materi utama | Teks dan kata kunci | Foto dan video |
| Target lokal | Lokasi pencari | Radius lokasi, usia, dan minat |
| Tujuan iklan yang baik | Halaman yang menjawab pencarian itu | Halaman dengan harga, bukti, dan tombol WhatsApp |
Contoh dari dua usaha kami sendiri
Toko top up kami, Daulay Store, memakai Google Ads. Pembeli top up mengetik nama game dan nominal yang dicari, dan mereka datang dari seluruh Indonesia.
Rental PS kami, Eboni Space, memakai Facebook dan Instagram. Orang jarang mencari sewa PS, tapi tertarik saat melihat konten main bareng di akhir pekan. Iklannya menyasar radius di sekitar titik antar, karena di luar itu pesanan tidak bisa dilayani.
Empat pertanyaan sebelum memilih
- Apakah calon pembeli saya mengetik kebutuhannya di Google? Coba ketik sendiri dan lihat apakah ada pesaing yang beriklan.
- Apakah produk saya menarik kalau dilihat dalam foto atau video?
- Apakah saya melayani area tertentu saja, atau seluruh Indonesia?
- Ke mana iklan akan diarahkan, dan apakah halaman itu sudah menjawab pertanyaan pembeli?
Kesalahan yang sering terjadi
- Memakai tombol "Promosikan" dengan tujuan like, padahal yang dibutuhkan adalah chat
- Mengarahkan iklan ke profil Instagram tanpa harga dan cara order yang jelas
- Tidak memasang pelacak, sehingga tidak tahu iklan mana yang mendatangkan pembeli
- Berhenti di minggu pertama, sebelum iklan sempat belajar dan diperbaiki
Banyak usaha akhirnya memakai keduanya: Google untuk menangkap yang sedang mencari, Meta untuk menjangkau yang belum tahu. Mulailah dari yang paling sesuai dengan cara pembeli Anda memutuskan, lalu tambah yang lain setelah angkanya jelas.
Kalau ingin dibantu memilih dan mengelolanya, lihat jasa iklan Facebook Ads dan Instagram kami.