Tukang Larisin

Biaya membuat website 2026: rincian, contoh, dan yang sering tersembunyi

Dari mana saja biaya website berasal, berapa kisarannya untuk berbagai kebutuhan, dan cara membaca penawaran supaya tidak kaget di tahun kedua.

Ditulis oleh Tukang Larisin, 29 Oktober 2026. Waktu baca 7 menit.

Pertanyaan "berapa biaya membuat website?" mirip dengan "berapa biaya membangun rumah?". Jawabannya tergantung kebutuhan. Tapi komponennya selalu sama, dan dengan memahami komponen itu Anda bisa membandingkan penawaran dengan adil.

Empat komponen biaya website

  1. Domain, alamat website seperti namausaha.com. Dibayar per tahun. Domain .com dan .id umumnya ratusan ribu rupiah per tahun, dan harga perpanjangan bisa berbeda dari harga tahun pertama.
  2. Hosting, tempat file website disimpan dan dijalankan. Dibayar per bulan atau per tahun, tergantung kapasitas.
  3. Pembuatan, yaitu desain, penulisan isi, dan pemasangan. Ini komponen dengan rentang harga paling lebar.
  4. Perawatan: pembaruan keamanan, perubahan isi, perpanjangan domain dan hosting, serta perbaikan bila ada masalah.

Kisaran berdasarkan kebutuhan

KebutuhanBiasanya berisiYang membuat biaya naik
Website UMKM satu halamanProfil, harga, foto, lokasi, tombol WhatsAppJumlah foto dan penulisan isi
Company profile perusahaanBeberapa halaman: profil, layanan, portofolio, kontakJumlah halaman dan bahasa
Website sekolahProfil, penerimaan murid, berita, galeriFormulir pendaftaran dan panel guru
Toko onlineKatalog, keranjang, pesananPembayaran otomatis, ongkir, jumlah produk
Sistem khususBooking, kasir, billing, laporanJumlah fitur dan pengguna

Contoh nyata: harga kami

Supaya ada patokan, ini harga kami yang ditulis terbuka. Website UMKM satu halaman dipasang dengan Rp1 juta sekali bayar, sudah termasuk domain tahun pertama, https, tombol WhatsApp, dan profil Google Maps. Setelah itu perawatan Rp150 ribu per bulan sudah mencakup hosting, perpanjangan domain, keamanan, dan perubahan isi dua kali per bulan. Total tahun pertama Rp2,8 juta. Rinciannya di halaman harga.

Membuat sendiri: lebih murah, tapi ada biaya waktu

Membuat website sendiri dengan pembuat website instan atau WordPress bisa menekan biaya menjadi hanya domain dan hosting. Yang dibayar adalah waktu: belajar, menulis isi, mengatur tampilan di HP, dan merawat keamanan. Untuk pemilik usaha yang waktunya habis untuk melayani pelanggan, biaya waktu ini sering lebih mahal daripada membayar jasa. Panduannya ada di artikel cara membuat website UMKM.

Biaya yang sering tersembunyi

  • Perpanjangan domain dan hosting tahun kedua yang jauh lebih mahal dari promo tahun pertama
  • Biaya setiap kali minta perubahan kecil
  • Tema atau plugin berbayar yang lisensinya atas nama penyedia jasa
  • Biaya pemindahan saat ingin pindah penyedia
  • Domain yang ternyata terdaftar atas nama penyedia jasa

Daftar pertanyaan sebelum membayar ada di artikel tips memilih jasa pembuatan website.

Cara menilai mahal atau murah

Hitung dari hasilnya, bukan dari angkanya. Kalau satu pelanggan baru memberi untung Rp50 ribu, website tahun pertama seharga Rp2,8 juta sudah kembali setelah sekitar 56 pelanggan baru dalam setahun, atau kurang dari lima per bulan. Pertanyaannya bukan berapa biayanya, tapi apakah website itu benar-benar mendatangkan pelanggan.