Banyak pemilik usaha mencoba iklan Facebook dan Instagram sekali, melihat saldo habis tanpa banyak chat, lalu menyimpulkan iklan tidak cocok untuk usahanya. Padahal yang sering salah bukan besarnya budget, tapi cara mengaturnya. Dengan budget kecil, setiap rupiah harus diarahkan ke orang yang bisa membeli.
1. Jangan pakai tombol "Promosikan" untuk mencari pembeli
Tombol "Promosikan" di Instagram memang praktis, tapi pilihan tujuan dan targetnya terbatas. Untuk mencari pembeli, buat iklan lewat Meta Ads Manager supaya Anda bisa memilih tujuan yang tepat, mengatur target dengan rinci, dan melihat hasilnya dengan jelas.
2. Pilih tujuan iklan yang sesuai dengan cara Anda berjualan
Kalau pesanan masuk lewat WhatsApp, pilih tujuan yang mendorong orang mengirim pesan. Kalau Anda punya website atau landing page dengan harga lengkap, arahkan ke sana. Hindari tujuan interaksi atau jangkauan kalau yang Anda cari adalah pembeli, karena Meta akan mencarikan orang yang suka menekan like, bukan yang suka membeli.
3. Sempitkan target ke radius yang bisa Anda layani
Untuk usaha lokal, target yang terlalu luas adalah pemborosan terbesar. Atur lokasi berdasarkan titik usaha atau titik antar Anda, dengan radius yang benar-benar bisa dilayani. Dengan budget kecil, lebih baik menjangkau sedikit orang yang tepat daripada banyak orang yang tidak bisa membeli.
4. Mulai kecil, uji beberapa materi
Siapkan dua sampai tiga materi iklan yang berbeda, misalnya satu foto produk, satu video pendek, dan satu gambar berisi harga. Jalankan bersamaan dengan budget harian kecil selama beberapa hari. Materi yang biaya per chat-nya paling rendah dipertahankan, sisanya dimatikan.
Sebagai gambaran, budget Rp50 ribu per hari selama tujuh hari sudah cukup untuk melihat materi mana yang bekerja di banyak usaha lokal. Angka pastinya berbeda per jenis usaha dan daerah.
5. Materi iklan: jelas lebih penting daripada cantik
- Tampilkan produk atau hasil kerja yang asli, bukan foto stok
- Sebut harga atau harga mulai, supaya yang chat sudah siap membeli
- Sebut daerah layanan, misalnya "antar ke Cileungsi dan Gunung Putri"
- Satu ajakan yang jelas, misalnya "chat untuk cek jadwal"
6. Baca angka yang tepat: biaya per chat
Jangan menilai iklan dari jumlah like atau tayangan. Angka yang penting adalah berapa biaya untuk satu chat masuk, dan dari chat itu berapa yang menjadi pesanan. Catat sederhana setiap minggu: total biaya iklan, jumlah chat, dan jumlah pesanan. Dari situ kelihatan apakah iklan menguntungkan.
7. Pasang pelacak di website
Kalau iklan diarahkan ke website, pasang Meta Pixel supaya Meta tahu siapa yang benar-benar menekan tombol pesan. Data ini membantu iklan menemukan orang yang mirip dengan pembeli Anda, dan membuat biaya per chat turun seiring waktu.
Kesalahan yang paling sering
- Mengubah pengaturan iklan setiap hari, sehingga iklan tidak pernah sempat stabil
- Menargetkan seluruh kota padahal hanya bisa melayani satu kecamatan
- Iklan mendatangkan chat, tapi admin membalas berjam-jam kemudian
- Berhenti setelah dua hari sebelum ada cukup data
Kalau ingin dikelola
Kami menjalankan cara ini di rental PS kami sendiri dengan target radius di sekitar titik antar. Kalau Anda ingin iklan dicek setiap hari dan dilaporkan dalam biaya per chat, lihat jasa iklan Facebook Ads dan Instagram kami. Belum yakin Facebook atau Google yang cocok? Baca dulu Facebook Ads atau Google Ads untuk UMKM.